
drsonnet:
Arm of a #Srebrenica victim with ligature and Qur’an; found in a secondary mass grave. October 2002. Kamenica near Zvornik
(via thebeautyofislam)
Daripada Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: Tahukah kamu, siapakah gerangan orang yang muflis itu? Lalu jawab sahabat: Pada pandangan kami, orang yang muflis itu ialah mereka yang tidak mempunyai wang dan harta. Lantas Baginda s.a.w bersabda: Sesungguhnya orang yang muflis di kalangan umatku ialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sembahyang, puasa
…dan zakat. Dia juga (dalam masa yang sama) datang dengan membawa dosa menghina, menyakiti (fitnah) orang, memakan harta orang lain, menumpahkan darah (membunuh), dan memukul orang. Lalu diberi segala kebajikan itu kepadanya dan ini adalah kebajikan-kebajikannya. Maka jika telah habis pahala kebajikannya sebelum dapat dibayar kepada orang yang menuntutnya (orang yang dihina, disakiti dan dizaliminya ketika di dunia dulu), maka dosa-dosanya itu akan dilemparkan kepadanya, lalu dia kemudiannya dicampakkan ke dalam api neraka. (H.R. Muslim)
Mereka ini orang beriman kerana mereka:
1. solat
2. berpuasa
3. berzakat/sedekah
Namun mereka menjadi muflis akibat:
1. Menghina orang, yakni mencaci maki orang lain. Contoh boss memaki pekerja, orang kaya memaki orang miskin, dll.
2. Menyakiti orang, yakni mengfitnah. A tuduh B, B tuduh A, menyebar berita tanpa periksa, buat cerita, bawak mulut, dll.
3. Memakan harta orang, yakni tidak amanah dalam bekerja, curi masa, ambil bahagian org lain seperti anak yatim, ambil barang tidak sama dengan bayarannya, rasuah, riba’, dll.
4. menumpahkan darah yakni membunuh jiwa tanpa hak, dll.
5. memukul orang, yakni mencederakan tanpa hak, menzalimi orang yg lemah, dll.
Semak diri kita, dan janganlah menjerumuskan diri kita ke dalam kemuflisan akhirat. Jika ada hutang atau penganiayaan, maka segeralah mohon maaf dan halal serta bayar kembali hak org lain sebelum Allah ambil pahala kita dan berikan pada orang lain.
Serba sedikit dari kuliyah Maghrib | 18/4/2012 | Ustaz Syed Mohd Norhisyam al-Idrus
”When you see someone who is not as religious, remember that you were once on the edge of the fire, and it was Allah Subhaana wa Ta’ala’s favor upon you to guide you. Arrogance will wipe away any goodness from the transformation.
—Nouman Ali Khan Collection (via kassimkot)
(via lifelovetravel)
“If you don’t usually pray, please let this moment be of change. Start today. Your soul will thank you with each sajdah.”
(Source: twitter.com, via lifelovetravel)
livelaughtweet:
been that . experienced that . so true . he’ll squeeze time if he really want to meet up
(Source: expl0re-expl0de-repeat, via lifelovetravel)
i so want this! please
(Source: imgfave, via lifelovetravel)
lol! yes indeed :)
(Source: astrongandsteadyheart, via heyfunniest)
Frustration
This entry is/was written exactly after I finished my Zuhr Prayer, I just couldn’t ease my mind remembering that 3 ladies were in the surau having nonsense conversation apparently which is loud enough that can disturbed the people to perform their prayer. (at least me). Few of other jemaah keep looking at them (I believe) hoping that they realized they are loud.
Aren’t this common sense that they should be silence in surau?
There was a sign telling people not to sleep and please keep silent in the surau, I would prefer you to sleep rather than having nonsense conversation in Baitullah.
I guess those people should get slap on their face untill they remember not to open their mouth when in surau
“Open your mouth only if what you are going to say is more beautiful than silence” - Anonymous